Mitos Burung Punai

Diposting pada

Jangan Lupe ! . . Di Share Ye ?.

Rate this post

Mitos Burung Punai – Unggas ini masih merupakan jenis burung merpati, dia memiliki warna yang berbeda dengan merpati yang digunakan untuk lomba balap. Meskipun begitu dia masih menjadi peliharaan

pavorit karena memiliki bermacam spesies dengan warna yang cantik memesona. Burung ini ditemukan pertama kali di wilayah Vietnam dan Myanmar dia juga banyak ditemukan di Indonesia juga ternyata.

Secara umum dia memiliki warna hijau muda dibagian leher untuk yang jantan dan yang berkelamin betina lehernya berwarna merah muda. Punai berhabitat asli di daerah hutan dan lahan terbuka.

Dia merupakan burung pemakan bijia-bijian dan dia juga suka sekali memakan buah-buahan. Burung ini dimasyarakat sangat erat sekali dengan mitos-mitos yang ada dan dipercayai oleh sebagian masyarakat.

manfaat-burung-punai

Mitos Seputar Burung Punai

Cerita Si Andin dan Bidadari

Kisah ini sangat terkenal didaerah Kalimantan selatan yang menceritakan seorang pemuda yang hidup sebatang kara dia bernama Andin. Dia hidup sangat kekurangan dan berjalan melewati hutan.

Suatu hari dia sampai di sebuah desa yang makmur dan banyak burung yang berlalu lalang, sebagian penduduknya hidup dengan memulut burung dan begitu juga yang dilakukan Andin, pemuda yang juga ahli memulut burung.

Penduduk desa sangat menyukainya karena dia baik hati dan suka menolong para penduduk sekitar. Dia pun dikenal dengan pemuda yang ahli memulut burung dan pada suatu ketika Andin tengah memulut burung

dia mendengar suara kicauan burung yang sangat indah, pemuda itupun mengikuti kemana arah suara itu dan sampailah dibalik semak di dekat sungai suara semakin dekat tetapi yang ditemuinya malah 7 bidadari yang sedang mandi di sungai.

Baca Selengkapnya :  Makanan Burung Punai

Karena terpesona dia langsung mengambil salah satu selendang milik bidadari sehingga sang bidadari tidak dapat kembali ke kayangan. Singkat cerita si Andin dan bidadari itu menikah dan memiliki anak.

mereka hidup dengan bahagia saling menyayangi dan saling menghormati. sampai akhirnya suatu hari sang bidadari berhasil menemukan selendangnya yang di simpan oleh suaminya.

harga-burung-punai

dan dia pun memutuskan untuk pergi ke kayangan dan dia bilang kalau suaminya tidak boleh menyentuhnya lagi dan apabila anaknya menangis maka ayun dia dibawah pohon punai maka dia akan datang untuk menyusui anaknya.

Andin pun hanya bisa melihatnya dari kejauhan dan dia tampaknya sudah tidak bisa lagi menahan rindunya, diam-diam dia mendekati istrinya lalu melupakan janjinya itu dan seketika si bidadari itu berubah menjadi burung

yang cantik yang disebut burung punai dan tidak kembali lagi untuk selamanya. Andin pun sangat menyesal meskipun begitu semua sudah tidak bisa dirubah lagi.

Cerita Anak Yang Bermain Gasing

Terkisahlah si bujang, seorang anak yang sangat dimanjakan oleh kedua orang tuanya. Orang tuanya selalu menuruti apa yang diinginkan anaknya sampai suatu hari anaknya sangat menginginkan gasing

yang memang tengah populer dikalangan teman bermainnya. Namun hal itu malah menjadi petaka bagi orang tuanya dimana si bujang bermain sampai lupa waktu, lupa makan lupa belajar dan mengaji

sehingga orangtuanya sangat marah dan memasak gasing-gasing milik anaknya lalu berangkat bekerja. anaknya yang pulang dalam keadaan lapar lalu membuka tudung saji dan melihat gulai gasing.

lalu dia bernyari sing tali gasing dan setiap akhir lagunya selalu tumbuh sehelai bulu burung punai ditubuhnya dan dia bernyanyi sampai akhirnya dia menjadi burung punai.

Baca Selengkapnya :  Harga Burung Punai

burung-punai-hijau

Cukup menarik juga ya sobat omkicau mitos burung punai ini, semoga bisa menginspirasi kita semua dan kalian boleh percaya atau tidak dengan mitos ini karena mitos sangat erat dengat masyarakat kita.

Mungkin Dibawah Ini yang Anda Cari