Fakta Menarik Burung Kasuari dari Papua

Fakta Menarik Burung Kasuari dari Papua – Hai sahabat omkicau, tentu saja kalain tidak asing dengan kasuari yang populer dari Papua. Secara fisiologis burung Kasuari bukan burung biasa karena beberapa kekhasan yang dipunyainya.

Dari ukuran badannya saja burung ini telah kelihatan semakin besar dari ukuran burung kebanyakan. Tinggi burung Kasuari dewasa dapat capai 170 cm dengan berat tubuh capai 58 kilogram.

Tubuh burung Kasuari diproteksi oleh bulu-bulu yang cukup tebal dan kaku warna hitam pekat. Dan pada bagian kepalanya ada mahkota keras berwujud segitiga dengan kheer yang panjang. Kaki-kaki burung Kasuari kuat dan panjang yang diperlengkapi dengan kuku-kuku yang tajam.

Burung Kasuari termasuk burung sangat jarang yang diproteksi dan menjadi satu diantara satwa maskot wilayah Papua. Ada banyak bukti menarik mengenai hewan ini yang sedikit dijumpai orang, apasaja itu langsung ke artikel sedetailnya.

Fakta Menarik Burung Kasuari dari Papua

Beberapa Fakta Menarik Burung Kasuari

Sebagai Burung Endemik Papua

Burung Kasuari sebagai burung endemik yang dapat diketemukan wilayah Yapen, Batanta, dan Salawati Pulau Papua. Disamping itu bisa juga diketemukan di negara tetangga, Papua Nugini. ditambah dengan warna bulu-bulunya

yang hitam pekat ikut jadi lambang untuk beberapa warga papua yang mempunyai warna kulit lebih gelap dibanding warga pulau yang lain di negara Indonesia ini sobat.

Sebagai Burung Pemakan Buah dan Hewan

Walau mempunyai ukuran badan besar dan sukai sekali makan serangga, siapakah yang menduga jika di komunitas aslinya, burung Kasuari biasa makan beragam tipe buah-buahan untuk penuhi konsumsi badan hariannya.

Walau Seringkali burung Kasuari bisa makan serangga dan beberapa macam hewan kecil yang lain untuk penuhi gizi badannya. semua pasti diperlukan olehnya ditambahkan buah untuk alternatif minumnya penuhi konsumsi cairan hariannya.

hewan khas papua barat

Burung Yang Tidak Dapat Terbang

Walau termasuk tipe burung, namun burung Kasuari terhitung burung yang tidak dapat terbang. Sebenarnya burung Kasuari mempunyai watak yang pemalu. Namun bila pada keadaan terancam, burung Kasuari bisa kembali mennyerang.

Burung Kasuari tidak enggan-segan memburu dengan benar-benar agresif. Dan kecepatan berlarinya sanggup capai 50km/jam. jadi hati – hati untuk kalian yang mendapatinya dalam rimba tidak boleh mengusiknya.

Periode Reproduksinya

Burung Kasuari sanggup bertelur dari 3 sampai 6 butir per musim kawin. Ukuran telurnya hampir sama sama ukuran telur angsa. Perbedaannya telur burung Kasuari warna sedikit kehijauan. Tidak seperti tipe

unggas yang lain yang mendekami telur umumnya induk betina. Telur Kasuari akan dierami oleh induk jantan sepanjang sekitaran tujuh minggu lamanya. Selesai bertelur anak-anaknya akan hidup bersama ke-2 induknya sampai umur sekitaran sembilan bulan.

Ingat jumlah komunitas di komunitas aslinya makin sedikit karena pemburuan liar, sekarang burung Kasuari banyak diperkembangbiakkan di sejumlah penangkaran. Burung Kasuari dapat dijumpai di beberapa kebun taman safari atau binatang.

Nah sahabat omkicau tersebut barusan serangkaian pembahasan berkenaan fakta menarik burung kasuari dari papua yang sukses kami suguhkan dan rangkumkan untuk kamu semua, mudah-mudahan info ini berguna menambahkan wacana kita

tentu saja beberapa pencinta burung. Makin kita ketahui keberagaman tipe burung di alam kita ini pasti semakin bertambah juga rasa sukur dan rasa cinta kita untuk jaga kelestariannya.