Langkah Tepat Menyembuhkan Luka Pada Kucing

Langkah Tepat Menyembuhkan Luka Pada Kucing – Hai cat lovers, Kucing yang sehat tentu saja benar-benar aktif dan gesit saat bergerak. Kucing-kucing lucu ini mempunyai rutinitas memanjat dan melonjak dari lokasi yang tinggi. Ini bisa menyebabkan kucing cedera karena jatuh saat memanjat atau melonjak.

Ditambah lagi, kucing jantan yang kerap berkelahi dengan kucing lain buat merebutkan daerah kekuasaan, kucing betina, atau makanan. Resiko kucing cedera jadi lebih besar. Nach, ada cedera dapat kurangi penampilan kucing. Bahkan juga, cedera bisa juga memunculkan infeksi

dan berbahaya untuk kesehatan kucing karena tidak diobati dengan baik. Umumnya, keadaan infeksi diikuti dengan timbulnya nanah, bengkak, dan kucing alami demam. Lalu, bagaimanakah cara menyembuhkan cedera pada kucing supaya tidak berubah kronis? Yok, baca pembahasan selengkapnya berikut!

Langkah Tepat Menyembuhkan Luka Pada Kucing

Beirut Langkah Menyembuhkan Luka pada Kucing

Luka pada kucing umumnya diketemukan dalam dua type, yakni luka yang belum tertutup dan luka yang tertutup kulit. Cedera yang belum tertutup seperti cedera karena gesekan dengan permukaan cedera gigitan dan kasar. Sementara cedera yang tertutup kulit, misalnya cedera irisan benda cedera cakaran dan tajam.

Masing-masing cedera itu mempunyai ketidaksamaan dalam perawatan dan tehnik yang dipakai untuk mengobati lukanya. Oleh karenanya, penting untuk kamu agar bisa pahami langkah yang pas dalam menjaga dan menyembuhkan cedera pada kucing.

1. Hentikan Pendarahan

Langkah awal yang penting dalam tangani luka ialah selekasnya hentikan pendarahan aktif pada luka. Ini bisa dilaksanakan dengan penekanan langsung pada luka memakai tampon atau kasa steril sepanjang 5 sampai 10 menit.

Pengamatan type dan tingkat keparahan luka penting juga dilaksanakan untuk ambil keputusan selanjutnya. Bila dirasakan cedera cukup dalam, luas dan pendarahan cukup kronis selekasnya membawa kucing ke dokter hewan paling dekat.

2. Membersihkan Luka

Luka dalam tubuh kucing umumnya ada kotoran, debu, bulu-bulu, darah yang debris atau jadi kering. Hal itu perlu dibikin bersih lebih dulu memakai kasa steril dan dibasuh memakai larutan NaCl fisiologis atau cairan antiseptik seperti povidone-iodine.

Perlakuan ini mempunyai arah untuk bersihkan kotoran yang bisa jadi sumber infeksi bakteri dan mengakibatkan kompleksitas pada luka. Disamping itu, dapat menolong mempermudah pengecekan yang lebih terang dari jaringan di bawahnya.

Tetapi, perlu kamu lihat saat lakukan pembilasan cedera, tidak boleh memakai cairan antiseptik yang memiliki sifat membuat iritasi kulit atau jaringan seperti alkohol 70% atau hydrogen peroxida.

Disamping itu, saat mencuci luka dengan cairan antiseptik pakai secara penekanan yang tidak begitu kuat. Penekanan cairan yang terlalu berlebih bisa mengakibatkan efek yang bikin rugi karena akan menggerakkan kotoran atau serpihan-serpihan cedera lebih dalam ke jaringan yang sehat.

3. Membersihkan Bulu-bulu di Sekitaran Luka

Bila ada bulu-bulu yang melekat atau mengotori cedera itu dapat dipotong dengan pencukur bulu-bulu atau gunting. Perlakuan ini mempunyai tujuan untuk membikin cedera masih tetap bersih dan menahan munculnya infeksi dari bakteri patogen.

Selain itu, mempermudah kamu dalam memberi obat dan perlakuan perawatan cedera selanjutnya. Namun, penting diingat untuk bersihkan bulu-bulu sekedarnya saja yang dirasakan bisa mengusik cedera, dan waspada janganlah sampai justru memunculkan cedera baru.

4. Evaluasi Luka

Langkah menyembuhkan luka pada kucing ini harus dilaksanakan dengan panduan atau instruksi dokter hewan. Penyeleksian jaringan kulit disekitaran cedera yang bisa dipertahankan atau harus dibuang karena telah mati dan menjadi sumber infeksi.

Disamping itu, juga penting untuk memutuskan apa akan tutup cedera atau menjaganya sebagai cedera yang belum tertutup kulit. Banyak hal sebagai bahan pemikiran seperti tersedianya kulit untuk tutup cedera, lokasi cedera, dan tingkat infeksi atau kontaminasi.

5. Pemberian Antibiotik dan obat-obatan

Beri antibiotik spektrum luas pada cedera kucing seperti gentamicin salep dan dapat diberi obat untuk percepat persembuhan cedera seperti bioplacenton gel. Disamping itu, cedera diobati dengan obat analgesik untuk kurangi merasa sakit dari cedera yang dirasakan kucing. Tanyakan langkah, durasi waktu, dan jumlah pemberian beberapa obat itu sama dokter hewan, ya. Dengan demikian, obat yang diberi sesuai dan pas untuk menyembuhkan cedera kucing.

6. Penutupan luka

cara mengobati luka bernanah pada kucing

Perlakuan ini perlu dilaksanakan terlebih bila cedera didiamkan terbuka. Cedera itu seperti cedera yang mengakibatkan kehilangan kulit yang membuat penutupan mustahil dilaksanakan atau cedera yang terkena kronis hingga cukup berefek bila cedera ditutup.

Penutupan cedera terbuka bisa dilaksanakan dengan pembalutan berlapis sama sesuai keperluan sampai cedera pulih. Tetapi, perlakuan ini perlu dibarengi dengan perlakuan debridement atau proses pengangkatan jaringan mati (nekrotik) untuk menolong proses pengobatan luka.

Perawatan ini bisa dilaksanakan langsung atau memakai bahan yang memiliki sifat proteolitik seperti gula, madu, perak atau agen enzimatik yang dibalurkan pada luka. Penutupan cedera bisa dilaksanakan memakai perban dan kasa. Pergantian kasa dan perban dilaksanakan bergantung dengan keadaannya.

Baiknya pergantian bisa dilaksanakan tiap hari, tetapi pada cedera yang cukup kronis atau bila perban telah kelihatan kotor dan kelihatan serapan darah pergantian bisa dilaksanakan 2x sehari. Bila memilih untuk didiamkan terbuka, cedera harus dirawat secara baik supaya pengobatannya bisa jalan dengan maksimal.

baca juga : Berikut 10 Makna Pergerakan Ekor Kucing

7. Menahan Kucing Menjilat-jilati atau Menggigiti Luka

Kucing umumnya akan menjilat-jilati badannya untuk lakukan grooming. Terhitung, bila ada cedera pada badannya. Kucing akan menjilat-jilati atau bahkan juga menggigit cederanya, terlebih bila cedera mulai akan jadi kering karena mulai ada rasa tidak nyaman dan gatal.

Bila didiamkan, ini akan membuat cedera kembali makin kronis atau berdarah. Untuk menghindarinya, kamu dapat pasangkan kucingmu corong leher atau Elizabethan collar untuk menahan kucing menggigit cederanya atau menjilat-jilati.

8. Memberi Gizi Tambahan

Gizi sebagai bagian utama pada proses pengobatan cedera pada kucing. Beberapa gizi yang dibutuhkan untuk menolong pengobatan cedera pada kucing seperti protein, glukosa, zat besi, dan zink. Kekurangan protein diperhitungkan erat berkaitan dengan lambannya proses pengobatan luka. Protein menolong menahan berlangsungnya edema (penimbunan cairan pada jaringan).

Sementara, glukosa menolong sediakan energi untuk leukosit dan fibroblast yang disebut bagian utama dalam pembangunan collagen dan memperkuat pengobatan luka. Maka berilah kucing pakan seperti telur dan daging yang telah lebih dulu direbus.

Oke cat lovers tersebut barusan banyak hal yang sudah dilakukan sebagai Langkah Tepat Menyembuhkan Luka Pada Kucing mudah-mudahan info ini bermanfaat untuk kalian. Terima kasih telah menyempatkan diri untuk membaca artikel kami.

Related Posts
Rahasia Sukses Bisnis Online Dengan Jasa SEO Terbaik
Jasa SEO

Jasa SEO - Jika Anda memiliki bisnis online, maka Anda pasti tahu betapa pentingnya memiliki situs web yang dioptimalkan untuk Read more

Pengertian Hipotesis Menurut Para Ahli
Hipotesis Menurut Para Ahli

Hipotesis Menurut Para Ahli : Hipotesis adalah fondasi penting dalam dunia penelitian ilmiah. Para ahli dari berbagai bidang telah memberikan Read more