Inilah Cara Burung Menentukan Rute Migrasi dan Kembali Pulang

Hai sobat omkicau, pernah gak sih kalian berpikir tentang bagaimana cara burung menentukan rute migrasi dan kembali pulang? karena secara alami burung dan beberapa jenis hewan lainnya bermigrasi atau berpindah

dari satu wilayah ke kawasan lain ketika menghadapi pergantian musim. Terlebih lagi bagi seekor burung yang terbang melewati daratan dan lautan dan biasanya cukup jauh mereka bermigrasi untuk menjangkau

tempat yang beriklim pas dan memiliki persediaan banyak makanan. Tapi bagaimana dia bisa menghapal jalannya pulang kembali supaya tidak tersesat nantinya? nah dari pertanyaan itu, di artikel ini kita akan menjawabnya.

Cara Burung Menentukan Rute Migrasi dan Kembali Pulang

Inilah beberapa Cara Burung Menemukan Rute Migrasi

1. Peta Penciuman

Satu ekor burung bisa ketahui lokasi yang pernah didatangi atau memang belum dengan memakai peta penciuman. Mereka akan menghirup aroma lingkungan yang disinggahi saat bermigrasi.

Misalkan, satu daerah memiliki wewangian pohon pinus, bawang, atau wewangian yang lain yang kuat. Nanti, burung akan ingat wewangian itu dan menyangkutkannya dengan satu daerah. Bahkan juga, indra penciuman burung bisa menghirup aroma yang jauhnya beberapa ratus km, lo.

jenis burung yang migrasi

2. Peta Magnetik

Teori ke-2 ialah peta magnetik, yakni burung dapat ketahui jalur perjalanannya karena memakai medan magnet bumi.Medan magnet bumi menjadi lebih kuat saat burung bergerak menjauhi daerah khatulistiwa, baik ke kutub kutub selatan atau utara. Memiliki arti, burung bisa ketahui prediksi tempatnya dan peka rasakan peralihan kemampuan medan magnet.

3. Kompas Magnetik

Burung memiliki kompas sendiri untuk membantunya sepanjang terbang supaya masih tetap ada pada lajurnya, lo. Menurut riset dari Institut Zoologi di Jerman, burung memiliki kekuatan navigasi sendiri karena punyai kompas.

Letak kompas itu berada di kulit sisi atas, dekat sama paruhnya. Kompas itu berbentuk butiran kristal magnetik yang terhubung dengan otaknya, hingga dapat tentukan jalur penerbangannya.

Kompas magnetik ini tidak seperti kompas manusia yang tentukan arah selatan dan utara. Tetapi, burung bisa tentukan mana arah kutub dan mana arah khatulistiwa.

4. Kompas Matahari

Di tahun 1951, Gustav Kramer yakni seorang pakar zoologi dari Jerman mendapati teori lain, yakni kompas matahari. Menurut dia, burung memiliki kekuatan hitung peralihan status matahari sejauh hari.

Dari kekuatan berikut burung bisa tentukan jam internnya, hingga dapat tentukan tempatnya berdasar gerakan matahari. Disamping itu, burung memercayakan arah azimuth, yakni petunjuk arah di mana terdapat garis vertikal saat matahari menggunting cakrawala.

5. Kompas Bintang

Paling akhir, burung bisa mendapati jalur migrasi dna kembali lagi ke tempat asal memakai kompas bintang.Penunjuk arah ini dipakai oleh burung saat terbang saat malam hari.

Teori ini ditunjukkan oleh riset yang sudah dilakukan oleh pakar zoologi, yakni Franz dan Eleanor Saur pada 1957.Kemampuan burung untuk memakai kompas bintang ialah kekuatan genetik yang diturunkan, hingga dapat tentukan arah dengan tepat.

Ringkasannya, burung minimal memakai lima kekuatannya. Dimulai dari peta penciuman sampai kompas bintang dan simpan memorinya dalam otak sebagai memory spasial, yakni kekuatan ingat ruangan sektor, wujud, mengenal jarak dan luas, dan ketahui tempatnya atau arah.

Tersebut penyebabnya burung dapat balik lagi ke arah tempat aslinya sesudah lakukan migrasi dan ingat jalur migrasinya. Semoga artikel tentang cara burung menentukan rute migrasi dan kembali pulang yang kami sajikan ini bisa bermanfaat ya sobat omkicau.