Cara Ternak Burung Pelatuk Beras

Diposting pada

Jangan Lupe ! . . Di Share Ye ?.

5/5 - (1 vote)

Halo sobat omkicau di artikel kali ini kita akan membahas informasi yang menarik tentang Cara Ternak Burung Pelatuk Beras dimana salah satu jenis burung pelatuk ini memang cukup populer dikalangan penghobi burung kicau.

Ada beberapa jenis burung pelatuk seperti pelatuk kepala merah, pelatuk punggung hitam, pelatuk tunggir emas dan masih ada banyak sekali jenis burung pelatuk yang terdapat di beberapa negara di dunia.

Sesuai namanya burung pelatuk ini memang hobinya mematuk-matuk batang kayu yang juga dilakukan untuk membuat sarangnya dan mencari makanan di pelepah-pelepah pohong, pelatuk beras ini jenis yang

terkenal dimana dia menjadi inspirasi serial kartun kesukaan anak-anak pada masa itu yang berjudul woody woodpecker dimana pelatuk beras ini sebagai gambaran tokoh utamanya yang dikenal cerdik.

Seiring dengan popularitasnya yang tinggi itu juga yang mempengaruhi harga pasarannya kian meningkat untuk yang sudah gacor harganya mencapai Rp750.000 per ekor, sehingga banyak orang yang mulai

melirik agrobisnis budidaya burung pelatuk beras ini, kalau kalian tertarik dan ingin tahu bagaimana cara dan langkahnya supaya sukses dan anti gagal berikut informasi selengkapnya.

pelatuk-beras-betina

Langkah-langkah Ternak Burung Pelatuk Beras

1. Mengenal Jenis Kelamin Burung

Sebelum memulai ternak burung pelatuk pastinya kalian harus membeli dulu indukan yang berkualitas sehingga penting bagi kalian memilih mana yang jantan dan mana yang betina.

Cara membedakan antara pelatuk jantan dan betina yang paling spesifik dan mudah ialah dengan melihat jambul merah dikepalanya dimana pada burung jantan dia memiliki jambul berwarna merah di kepalanya

Baca Selengkapnya :  Mengenal Jenis Burung Perkutut

sedangkan yang betina tidak ada jambul itu. Setelah membedakan keduanya kalian tinggal memilih yang sehat, yang memiliki suara gacor karena akan menghasilkan anakan-anakan yang gacor juga

Pilih yang sehat secara mental maupun fisiknya. hal ini terlihat dari warna bulunya yang rapi dan cerah, gerakannya yang lincah serta nafsu makananya yang baik dan sorot matanya yang terlihat segar tidak layu.

2. Menyiapkan Kandang Ternak

Karena pelatuk memiliki kebiasaan mematuk kayu sehingga kalian tidak boleh membuat kandangnya dari bahan kayu, harus lah berbahan besi. Buat kandang berbentuk kotak yang cukup besar dengan ukuran

1.5 meter X 1 Meter X 2 Meter sehingga bisa kalian masukan 2 pasang burung pelatuk. Sebelum kalian memasukan burung ke dalam kandang kalian harus memberi beberapa perlengkapan di dalam kandang

seperti sarang tempat meletakkan burung, tempat makan, minum dan wadah air yang agak besar untuk tempat mandinya lalu masukan dahan pohon supaya dia tetap bisa mematuk-matuk seperti kebiasaannya.

kandang-reproduksi-pelatuk-beras

3. Proses Reproduksi

Perkenal kan kedua burung melalui kandang yang terpisah supaya mereka saling mengenal, perkenalan ini biasanya memakan waktu 4 hari sampai 7 hari setelah keduanya saling berdekatan tandanya sudah jodoh.

Lalu selanjutnya kalian satukan didalam kandang reproduksi untuk sepasang mungkin langsung saja tetapi untuk 2 pasang kalian bisa membiarkan dia memilih sendiri pasangan masing-masing.

Biasanya proses perkawinan memakan waktu 7 sampai 10 hari sampai akhirnya burung siap-siap untuk mengeluarkan telurnya dimana si betina akan mulai mempersiapkan sarangnya untuk meletakkan telur dengan nyaman dan aman.

Dan kurang lebih selama 20 hari dia akan mengeluarkan telurnya sampai selanjutnya telur menetas dan biarkan anakan burung dijaga orang tuanya selaam kurang lebih satu minggu sampai siap untuk dipisahkan.

Baca Selengkapnya :  Ciri Burung Murai Batu Medan Prospekan Trah Juara

Pada masa reproduksi mulai dari hari pertama kalian harus mempersiapkan asupan makanan yang banyak mulai dari makanan pokok sampai EF nya serta multivitamin tambahan agar menghasilkan anakan yang berkualitas. baca juga : jenis makanan burung pelatuk

anakan-burung-pelatuk-beras

4. Perawatan anakan dan Pemanenan

Setelah seminggu anakan burung dipisah dengan indukannya dan kalian harus memberikan pakan anakan dengan pakan khusus anakan burung yang sudah banyak dijual dikios atau bisa kalian racik sendiri.

Sedangkan para indukan dimandikan dan dibersihkan kandangnya dipisah kembali sebelum kembali di pertemukan dan di kawinkan lagi setidaknya keduanya harus jeda istirahat dulu untuk memperbaiki hormonnya.

Didalam kandang anakan burung pelatuk beras kalian bisa memasukan lebih dari 3 anakan dan kalau sudah remaja atau 1 sampai 2 bulan kalian bisa memisahkan ke kandangnya masing-masing supaya perkembangan lebih maksimal.

Setelah itu burung bisa dipanen untuk dijual kepasaran atau dibeli secara perorangan.

Itulah tadi informasi tentang cara ternak burung pelatuk beras ini semoga informasi ini banyak bermanfaat dan menginspirasi buat sobat omkicau semua dimanapun kalian berada selamat mencoba dan semoga berhasil.

Mungkin Dibawah Ini yang Anda Cari