Mengenal Keunikan Serpae Tetra dan Perawatannya

Serpae Tetra adalah ikan berwarna api yang populer yang bergerak di sekolah merah cerah melalui akuarium Anda. Mereka cukup populer di akuarium komunitas karena kecantikan dan kemudahan perawatannya, meski bisa menjadi agak agresif saat berada di antara spesies yang bergerak lambat.

Tambahkan sekumpulan enam serpae tetra atau lebih ke akuarium Anda bersama dengan tanaman, bebatuan, dan gua agar mereka tetap tertarik, dan nikmati tontonan saat mereka menjelajah. Spesies ini tidak hanya cantik, tetapi juga mudah dipelihara.

Ini membuat mereka sangat ramah bagi pemula, atau cocok untuk aquarist yang mencari sesuatu dengan perawatan rendah. Panduan ini akan mengajarkan Anda dasar-dasar perawatan Serpae Tetra. Kami akan membahas hal-hal seperti teman seakuarium, umur, pola makan, ukuran, perkembangbiakan, dan banyak lagi!

Serpae Tetra

Karakteristik Serpae Tetra

Keluarga Characidae
Asal Brasil dan Paraguay
Ikan sekolah yang Damai Sosial
Penghuni Tingkat Menengah Tangki
Ukuran Tangki Minimal 20 galon
Diet Omnivora, menikmati makanan hidup
Mengembangbiakkan Telur
Perawatan Mudah
pH 5,0 hingga 7,8
Kekerasan 5 hingga 25 dGH
Suhu 72 hingga 79 F (22 hingga 26 C)

Asal dan Distribusi Serpae Tetra

Serpae tetra berasal dari lembah Amazon, mendiami lembah Sungai Guaporé dan Paraguay di Argentina, Brasil, dan Paraguay bagian atas. Sebagian besar spesimen yang saat ini dijual dalam perdagangan akuarium adalah penangkaran daripada hasil tangkapan liar; spesies tersebut tidak terancam punah.

Di alam liar, spesies ini lebih menyukai air yang tenang dan bergerak lambat seperti danau, kolam, dan sungai. Mereka sering berkumpul di sekitar akar pohon dan tumbuhan lebat di mana mereka dapat menemukan keamanan dan makanan.

Spesies ini adalah bagian dari kelompok yang dikenal sebagai tetra darah, merujuk pada warna merahnya. Kebingungan dan perdebatan terus berlanjut tentang spesies dalam kelompok ini, karena mereka memiliki kesamaan yang kuat. Serpa sangat mirip, tetapi tidak identik dengan Hyphessobrycon swegles, juga disebut phantom tetra merah.

Warna dan Ciri FIsik

Warna merah tua serpae tetra menambah popularitasnya. Tubuh serpa rata dan tinggi. Bintik hitam berbentuk koma hadir tepat di belakang insang. Sirip punggung, bertepi putih, sebagian besar berwarna hitam, dan semua sirip lainnya berwarna merah. Sirip dubur bertepi hitam dengan percikan putih di ujung depan.

Warna-warna ini memudar seiring bertambahnya usia ikan, terutama di bagian belakang insang. Betina lebih montok dan warnanya kurang cemerlang dibandingkan rekan pria mereka. Di penangkaran, variasi bersirip panjang telah dihasilkan.

Pemilihan Akuarium

serpae tetra tank mates

 

Serpae tetra umumnya dianggap sebagai ikan yang damai dan harus selalu dipelihara dalam kelompok setengah lusin atau lebih. Namun, dalam kelompok yang lebih kecil, mereka diketahui menggigit sirip, suatu agresi yang paling sering diarahkan pada jenisnya sendiri, terutama selama waktu makan.

Teman seakuarium yang ideal termasuk ikan aktif lainnya dengan ukuran yang sama atau lebih besar, seperti duri, danios, dan tetra yang lebih besar. Lele dan loach yang tinggal di bawah juga merupakan teman tangki yang cocok. Hindari memelihara spesies ini dengan ikan yang memiliki sirip yang panjang dan mengalir atau yang bergerak lambat, seperti angelfish atau cupang.

Selain itu, hindari memeliharanya dengan spesies ikan yang lebih kecil karena dapat diganggu. Serpae tetra kemungkinan besar menunjukkan agresi pada waktu makan; tempatkan makanan di beberapa lokasi atau gunakan beberapa feeding ring untuk membantu mengurangi gigitan pada waktu makan.

Habitat dan Perawatan Serpae Tetra

Serpae tetra paling betah di habitat Amazon. Di alam, ikan ini terbiasa dengan perairan yang tenang dengan akar dan sampah organik. Menggunakan ekstrak gambut atau blackwater membantu meniru jenis air asam lunak ini.

Substrat berwarna gelap adalah yang terbaik, dengan pencahayaan yang agak redup. Tinggalkan ruang renang terbuka dengan kayu apung, tanaman, dan dekorasi di sekitar tepinya untuk menyediakan tempat persembunyian. Jaga agar gerakan air tetap lambat di dalam tangki. Meskipun serpae tetra mudah dirawat, mereka tidak direkomendasikan untuk tangki yang baru dipasang, karena peka terhadap perubahan parameter air.

Diet dan Pemberian Makan Serpae Tetra

Di lingkungan alaminya, serpae tetra memakan makanan hidup kecil seperti serangga, invertebrata, dan cacing. Di akuarium, mereka akan menerima hampir semua makanan dengan mudah, termasuk makanan serpihan, pelet, makanan beku-kering, dan makanan beku. Untuk menjaga mereka dalam kondisi prima dan menonjolkan warnanya, beri makan berbagai jenis makanan yang baik, termasuk makanan hidup jika tersedia.

Perbedaan Jenis Kelamin

Perbedaan antara jenis kelamin sedikit dan paling terlihat saat serpa siap untuk bertelur. Jantan berwarna lebih cerah dan lebih ramping, dan sirip punggungnya sepenuhnya hitam. Pada betina, sirip punggung lebih pucat. Betina juga lebih berisi tubuhnya, bahkan saat tidak bertelur.

Membiakkan Serpae Tetra

Serpae tetra relatif mudah berkembang biak berpasangan atau berkelompok dengan jumlah jantan dan betina yang kira-kira sama. Kunci keberhasilan pengembangbiakan adalah menyiapkan tangki dengan habitat yang tepat untuk pemijahan dan pembesaran burayak selanjutnya.

Siapkan akuarium kecil dengan substrat berwarna gelap, pencahayaan sangat redup, dan pel pemijahan atau tanaman berdaun halus, seperti java moss atau Myriophyllum. Air harus sangat lembut, tidak lebih dari 6 sampai 8 dGH, dan pH kira-kira 6,0. Berikan filtrasi lembut, seperti filter spons yang digerakkan udara. Pertahankan suhu air sekitar 80 F (27 C).

Kondisikan pasangan pemijahan dengan berbagai makanan, termasuk makanan hidup jika memungkinkan. Jantan akan menjadi lebih berwarna dan betina akan terlihat montok saat siap bertelur. Telur akan bertebaran di atas tanaman atau pel pemijahan. Setelah telur diletakkan, keluarkan orang karena mereka akan memakan telurnya. Matikan semua lampu di dalam akuarium karena telur sangat sensitif terhadap cahaya.

Dalam satu hingga dua hari telur akan menetas, setelah itu mereka akan memakan kantung kuning telurnya selama beberapa hari. Begitu mereka bebas berenang, mereka akan memakan infusoria dan udang air asin yang baru menetas. Anda juga dapat menyediakan makanan serpih yang ditumbuk halus atau makanan goreng yang disiapkan secara komersial sebagai pengganti udang air asin.

Related Posts
Mengenal Lebih Dekat Tanaman Lidah Mertua
Tanaman Lidah Mertua

Tanaman Lidah Mertua atau dalam bahasa Latin disebut Sansevieria trifasciata, adalah salah satu tanaman hias yang cukup populer di Indonesia. Selain Read more

4 Manfaat Memelihara Tanaman di Rumah
4 Manfaat Memelihara Tanaman di Rumah

4 Manfaat Memelihara Tanaman di Rumah - Halo bestie dimasa pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini, banyak para sister Read more