5 Dampak Buruk Pisahkan Anak Kucing Terlalu Cepat

5 Dampak Buruk Pisahkan Anak Kucing Terlalu Cepat – Assalamualaikum bestie, memelihara kucing memanglah menjadi salah satu hobi yang mulai diminati saat ini. Bagi kalian yang memiliki kucing betina pastinya anabul kesayangan kalian

pernah mengalami hamil dan melahirkan kalau yang sudah mapan. Pasti kalian excited sekali kan menunggu kelahiran anak-anak kucing yang menggemaskan ini. Tetapi harus kalian lakukan perawatan yang baik dan benar supaya

anak-anaknya bisa lahir dan tumbuh dengan sehat. Sebelum ke tahap perawatan kalian juga ternyata tidak boleh terlalu cepat memisah atau penyapih anak-ananya dari indukannya loh, karena akan berdampak buruk yang akan kita ulas bersama di artikel ini.

5 Dampak Buruk Pisahkan Anak Kucing Terlalu Cepat

Inilah 5 Dampak Buruk Pisahkan Anak Kucing Terlalu Cepat

1. Rawan Terserang Penyakit

Secara umum anak kucing yang baru lahir hanya mendapatkan asupan makanan dan nutrisi dari air susu indukannya. Kalau manusia akan menyapih anaknya ketika berusia 2 tahun. Pada kucing anak-anakan anabul ini akan disusui secara eksklusif

oleh induknya dan akan disapih sekurang-kurangnya delapan minggu dan paling lama 10 minggu. Karena pada masa itu juga anak-anak kucing tadi mulai sempurna penglihatan dan juga pendengarannya serta dia bisa lebih mandiri untuk belajar

memakan asupan makanan lainnya. Tentunya kalau terlalu cepat, daya tahan tubuh si anak kucing ini tidaklah sempurna sehingga sangat rawan terinfeksi penyakit. Lalu bagaimana kondisinya ketika anak kucing yang baru lahir

terpaksa berpisah dari ibunya seperti ibunya mati atau juga ditinggalkan begitu saja oleh induknya? Tentu kalian harus memberikan susu formula khusus kucing yang banyak dijual di pasaran. Namun kelemahannya juga tidak selengkap nutrisi dari ASI indukannya.

2. Menunjukan Perilaku Agresi

akibat anak kucing dipisah dari induknya

Yang kedua dampak buruk pada anak kucing ketika disapih terlalu dini dengan induknya ialah dia akan menunjukan perilaku agresinya terhadap kucing lain ataupun juga kepada manusia disekelilingnya. Perilaku agresi ini bisa menunjukan seperti

pemalu namun tiba-tiba dia akan menyerang seperti mencakar, ataupun menggigit. Hal ini dikarenakan dia tidak terbiasa untuk berinteraksi tidak terlalu kasar seperti anak kucing yang berinteraksi dengan saudaranya.

Selain itu juga dia selalu akan merasa waspada ketika berhadapan dengan kucing lain dan manusia kalau dia merasa terusik dia akan menjadi lebih agresif dengan menyerang sehingga kita harus lebih berhati-hati menghadapinya.

3. Akan Merasa Ketakutan

Anak kucing tentu akan belajar bagaimana cara berinteraksi dengan sekelilingnya baik itu kucing lain dan juga manusia. Dia akan secara alamiah belajar dari prilaku indukannya. Tetapi ketika dia dipisahkan sejak dini tentu dia tidak bisa belajar cara berinteraksi yang benar.

Hal ini akan menyebabkan dia menunjukan perilaku agresinya dia juga akan merasa sangat ketakutan sehingga menjadi lebih pemalu terlebih pada orang atau kucing yang baru pertama kali dia lihat atau bertemu.

4. Sulit Belajar Menyesuaikan Diri

Anak kucing mendapatkan banyak pelajaran dari induknya seperti merawat diri sendiri dan menjadi kucing yang baik. Namun, anak kucing terlalu cepat dipisahkan dari induknya dapat mengalami kesulitan belajar cara merawat diri dengan benar.

Dokter hewan juga akan memperkirakan tentang berapa usia anak kucing, serta memberi cara merawat anak kucing yang baru dilahirkan, dan memastikannya mendapatkan perawatan awal yang terbaik dalam hidupnya.

5. Sulit Membuang air Di Kotak Pasir

Terakhir, dampak buruk memisahkan anak kucing terlalu cepat dari induknya adalah bermasalah atau kesulitan menggunakan kotak pasir lantaran belum sempat diajari sang induk. Umumnya, anak kucing mulai menggunakan kotak pasir secara efektif sekitar delapan minggu.

Namun, anak kucing yang dipisahkan terlalu dini dari induknya membutuhkan waktu lebih lama untuk mempelajarinya. Sebelum berusia tiga minggu, anak kucing tidak dapat buang air sendiri tanpa rangsangan. Kehadiran induk kucing akan mendorong anak kucing untuk buang air dengan menjilati dan merawatnya.

Baiklah bestie, itulah tadi ulasan informasi mengenai 5 dampak buruk pisahkan anak kucing terlalu cepat sehingga dia akan memiliki kepribadian dan prilaku yang berbeda dengan kucing yang mendapatkan waktu asi dan interaksi yang cukup dengan indukannya.

Terimakasih banyak sudah meluangkan waktu untuk membaca artikel kami dan semoga apa yang kalian baca bisa bermanfaat menambah wawasan kalian. Sampai jumpa di postingan artikel lainnya mengenai hobi-hobi menarik lainnya yang bermanfaat kalian lakukan tentunya.

Related Posts
Panduan Penyiapan untuk Lele Baru Anda
Panduan Penyiapan untuk Lele Baru Anda

Panduan Penyiapan untuk Lele Baru Anda - Sebelum Anda mencabut ikan lele yang berharga itu dari pancing Anda, waspadai risiko Read more

Contoh Surat Tugas: Panduan Lengkap dan Contoh Surat Tugas yang Efektif
Contoh Surat Tugas

Contoh Surat Tugas: Surat tugas merupakan sebuah dokumen resmi yang digunakan untuk memberikan instruksi atau mandat tertulis kepada seseorang atau Read more