Ideologi Tertutup: Pengertian dan Ciri-cirinya

Ideologi Tertutup – Dalam konteks sosial dan politik, ideologi tertutup adalah sebuah konsep yang menggambarkan pandangan atau sistem pemikiran yang cenderung menolak segala bentuk perubahan atau pembaruan dalam ideologi tersebut. Ideologi ini biasanya dipertahankan secara kaku dan eksklusif, dengan sedikit atau tanpa ruang untuk dialog atau pembahasan kritis. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi pengertian ideologi tertutup beserta ciri-cirinya yang mencirikan pandangan-pandangan tersebut.

Ideologi Tertutup

Pengertian Ideologi Tertutup

Ideologi tertutup adalah sebuah sistem pemikiran atau pandangan yang cenderung menolak segala bentuk perubahan atau pembaruan di dalamnya. Dalam ideologi ini, keyakinan atau prinsip-prinsip yang dipegang dianggap sebagai kebenaran absolut yang tidak boleh dipertanyakan atau diragukan.

Orang-orang yang menganut ideologi tertutup seringkali tidak bersedia membuka diri terhadap ide-ide baru atau pandangan yang berbeda, dan mereka cenderung mempertahankan keyakinan mereka dengan keras tanpa mempertimbangkan argumen-argumen atau bukti-bukti yang bertentangan.

Ideologi tertutup juga seringkali menunjukkan eksklusivitas terhadap individu atau kelompok yang tidak sejalan dengan pandangan mereka, serta kurangnya toleransi terhadap keragaman pendapat. Hal ini dapat mengakibatkan polarisasi sosial dan politik serta menghambat kemajuan dan inovasi dalam masyarakat.

Ciri-ciri Ideologi Tertutup

Ciri-ciri Ideologi Tertutup

Ciri-ciri ini seringkali mengakibatkan polarisasi sosial dan politik, serta dapat menghambat kemajuan dan inovasi dalam masyarakat. Berikut adalah beberapa ciri-ciri ideologi tertutup:

  1. Absolutisme: Ideologi tertutup cenderung menganggap keyakinan atau prinsip-prinsip yang mereka anut sebagai satu-satunya kebenaran yang mutlak. Mereka tidak membuka diri terhadap kemungkinan bahwa pandangan atau ideologi lain juga bisa memiliki nilai atau kebenaran.
  2. Kekakuan: Sistem pemikiran yang tertutup biasanya tidak mampu beradaptasi dengan perubahan atau perkembangan dalam masyarakat atau lingkungan sosial-politik. Mereka mempertahankan pandangan mereka tanpa mempertimbangkan evolusi atau perubahan yang mungkin terjadi.
  3. Ketakutan akan Perubahan: Orang-orang yang menganut ideologi tertutup seringkali merasa takut terhadap perubahan atau kemajuan dalam masyarakat. Mereka melihat segala bentuk perubahan sebagai ancaman terhadap stabilitas atau kebenaran yang mereka anut.
  4. Eksklusivitas: Ideologi tertutup cenderung mengadopsi sikap eksklusif terhadap individu atau kelompok yang memiliki pandangan atau keyakinan yang berbeda. Mereka tidak membuka diri terhadap dialog atau pembahasan dengan pihak-pihak yang memiliki sudut pandang yang berbeda.
  5. Dogmatisme: Orang-orang yang menganut ideologi tertutup cenderung memegang keyakinan dengan keras tanpa mempertimbangkan bukti-bukti atau argumen-argumen yang bertentangan. Mereka tidak menerima pemikiran kritis atau evaluasi yang rasional terhadap keyakinan mereka.
  6. Ketidaktoleranan: Ideologi tertutup seringkali menunjukkan kurangnya toleransi terhadap perbedaan pendapat atau keragaman dalam masyarakat. Mereka cenderung mengekspresikan intoleransi terhadap individu atau kelompok yang tidak sejalan dengan pandangan atau prinsip-prinsip yang mereka anut.

Negara-Negara yang Menggunakan Sistem Ideologi Tertutup

Istilah “Ideologi Tertutup” sering digunakan untuk menggambarkan sistem politik di mana pemerintah atau otoritas memiliki kendali yang kuat atas aliran informasi, gagasan, dan keyakinan di dalam masyarakat. Negara-negara yang menggunakan sistem ini sering kali memiliki kontrol yang ketat terhadap media, pendidikan, dan kegiatan politik serta sosial lainnya.

Beberapa contoh negara yang telah dipersepsikan sebagai menerapkan sistem ideologi tertutup di masa lalu atau saat ini termasuk:

  1. Korea Utara: Diketahui sebagai salah satu contoh terkemuka sistem ideologi tertutup, di mana rezim secara ketat mengontrol informasi, mengarahkan propaganda, dan menindas segala jenis oposisi politik.
  2. Republik Rakyat Tiongkok (RRT): Meskipun telah mengalami liberalisasi ekonomi dalam beberapa dekade terakhir, pemerintah Tiongkok tetap memiliki kendali yang kuat atas aliran informasi dan bereaksi keras terhadap kritik politik yang signifikan.
  3. Turkmenistan: Negara ini telah dikenal dengan sistem politik otoriter di mana pemerintah memiliki kendali total atas informasi dan kegiatan masyarakat.
  4. Iran: Meskipun memiliki elemen demokrasi, Iran juga dikenal karena memiliki sistem ideologi tertutup, di mana otoritas memiliki kendali yang kuat atas informasi, media, dan kegiatan politik.
  5. Belarus: Negara ini juga dikenal karena memiliki sistem politik otoriter di mana oposisi politik ditindas dan kendali atas media serta informasi sangat kuat.

Tetapi perlu dicatat bahwa situasi politik di setiap negara bisa sangat kompleks dan dinamis, dan penilaian tentang apakah sebuah negara menerapkan “sistem ideologi tertutup” bisa bervariasi tergantung pada sudut pandang dan analisis masing-masing.

Dalam kesimpulan, ideologi tertutup merupakan fenomena yang dapat memiliki dampak yang signifikan dalam masyarakat dan politik. Pengertian tentang ideologi ini dan ciri-cirinya membantu kita untuk mengidentifikasi serta mengatasi sikap-sikap yang bersifat eksklusif dan menghambat kemajuan sosial yang inklusif. Dengan mendorong dialog terbuka, toleransi, dan pemikiran kritis, kita dapat mengurangi dampak negatif dari ideologi tertutup dalam masyarakat yang beragam dan dinamis.

Related Posts
Memahami Apa Itu Pengertian Karyawan ?
pengertian-karyawan

Pengertian karyawan merupakan konsep yang sangat penting dalam dunia kerja. Karyawan adalah individu yang bekerja di bawah bimbingan dan pengawasan Read more

Makna Pancasila sebagai Dasar Negara: Landasan Ideologi Indonesia

Dalam artikel ini, Om Kicau akan dibahas secara mendalam mengenai makna Pancasila sebagai dasar negara dan landasan ideologi Indonesia. Pancasila Read more